Luka

“Seindah Apakah Luka Anda??

Beberapa hari belakangan sempat beberapa kali mendengar kata ini disebut. Entah apa, ada sesuatu yang membuat saya memikirkan kata itu. Kata yang sering sekali diucapkan saat patah hati, saat disakiti, ataupun dikecewakan orang lain. Kata yang identik dengan musibah, entah itu goresan kecil di kulit yang menimbulkan pendarahan, ataupun luka yang kata orang jauh lebih menyakitkan dan sulit sembuh bernama ‘luka hati’.
Sampai suatu pagi saya tertegun saat mandi dan melihat ada sesuatu di perut saya : luka bekas jahitan. Luka yang saya dapat dari operasi pengangkatan tumor dari perut saya. Di malam sebelumnya sempat terjadi percakapan dengan seorang sahabat yang juga mengalami operasi di saat yang hampir bersamaan dan dengan kasus yang hampir mirip, kurang lebih begini isinya.
‘Jhon, gimana perutmu???masih sakit???’
‘Alhamdulillah ngga..Nggonmu piye???’
‘Sama, punyaku juga ngga..’
‘Yo sukur kl gitu..’
‘Oiyo, punyamu ada bekas lukanya ga???’
‘Ada ki,,nggonmu???’
‘Nggonku yo ono ki.. (T.T)’
‘Hehe..
Tenang,rapopo kok..hanya mengurangi estetika tok,sg pntg sehat jasmani n rohani,hehe :-D’
‘Iyo,,malah apik sih,,di perutku jadi ada bulan sabitnya..’
‘Haha,,asal ojo bulan sabit karo palu wae..’
Sebuah ironi, bahwa luka yang identik dengan musibah, dalam kasus saya malah menjadi berkah. Bayangkan kalau luka itu tidak pernah ada, mungkin gumpalan daging penuh racun itu masih ada dalam tubuh saya.
Luka memang menyakitkan, saya pun tak menyangkal, karena buat saya berhari-hari tidak bisa bangun karena luka di perut masih basah itu sangat tidak mengenakan.
Saya sendiri juga pernah mengalami ‘Luka Hati’, yang mana karena luka itu saya harus tersiksa memikul dendam selama kurang lebih satu tahun. Luka juga menimbulkan bekas yang sulit hilang, bahkan mungkin itu akan melekat dengan kita seumur hidup. Tapi, ketika saya akhirnya memutuskan untuk memaafkan dan melepaskan semua dendam, rasa benci, amarah, kecewa, dan mulai menerima kenyataan, saya merasa seperti melepaskan beban berat yang selama ini selalu saya pikul kemanapun saya pergi, ada semacam ruang kosong dihati setelah ia dipenuhi oleh rasa benci dan perasaan-perasaan negatif lainnya, yang mana itu menimbulkan sensasi ‘kelegaan’ yang tidak bisa saya deskripsikan dengan kata-kata. Pada titik ini saya menjadi terbuka, dan dari hati yang tadinya mengucap ribuan kata maki, kini berbahagia dengan satu ucapan syukur, syukur atas semua yang terjadi pada saya. Karena terluka tanpa sadar telah membuat saya termotivasi dan mengantarkan saya pada beberapa pencapaian dalam hidup.
Sehingga setelah bercermin pada kejadian yang saya alami dalam hidup, saya sampai pada pemahaman bahwa ”Luka adalah proses ‘pensucian’, proses transformasi dan pembersihan hati, proses evaluasi, proses dimana kita dibawa pada tingkatan yang lebih tinggi, proses untuk melepaskan yang ada, untuk kemudian mengisinya dengan hal-hal baru”. Bukankah jika kulit kita tergores dan mengeluarkan darah, tubuh langsung meresponnya dengan membentuk sel-sel baru??? Seperti itu pula lah proses yang terjadi dalam luka hati kita. Namun, kadang diri ini yang sering keras kepala dan memilih untuk memendam luka, padahal, tanpa melakukan apapun, tubuh akan dengan sendirinya menyembuhkan luka tersebut. Tinggal kita yang harus rela melepaskan ego dan membiarkan tubuh ini mengalir dan menjalankan prosesnya. Dan disaat hal itu bisa kita lakukan, maka, bekas luka pun tidak lagi perlu dihilangkan, bahkan dia akan tampak sebagai hiasan bagi tubuh, sebuah bagian yang memiliki nilai sejarah, dan sebagai penanda bahwa kita telah melewati satu fase kehidupan berjudul ‘Luka’.

Bekas Luka saya secantik Bulan Sabit, secantik apakah bekas luka anda??? 🙂 ”

Repost dari tulisan lama saya di note FB..
Sekarang luka ditubuh saya sudah bertambah satu, dan merupakan luka terbesar yang pernah saya alami..
Dan seiring bertambahnya luka, bertambah pula proses pendalaman jiwa dan pelajaran hidup yang saya alami.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s